STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGGUNAAN FUME HOOD

 



STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PENGGUNAAN FUME HOOD

 

1. Tujuan

Memberikan panduan penggunaan Fume Hood secara aman dan efektif untuk melindungi pengguna dari uap, asap, dan gas berbahaya selama eksperimen di laboratorium.


2. Ruang Lingkup

SOP ini berlaku untuk semua pengguna Fume Hood yang digunakan di laboratorium untuk kegiatan yang melibatkan bahan kimia, bahan berbahaya, atau proses yang menghasilkan uap dan gas berbahaya.


3. Definisi

  • Fume Hood: Perangkat ventilasi laboratorium yang digunakan untuk mengeluarkan uap, asap, dan gas berbahaya dari ruang kerja untuk mencegah paparan langsung ke pengguna.
  • Aliran Udara (Airflow): Kecepatan udara yang mengalir melalui Fume Hood untuk memastikan bahwa bahan berbahaya disedot dan dibuang dengan aman.
  • Baffle: Alat di dalam Fume Hood yang mengarahkan aliran udara untuk memastikan distribusi udara yang merata.
  • Sash (Penutup Kaca): Penutup yang dapat dibuka atau ditutup untuk menutup bagian depan Fume Hood, memastikan aliran udara yang tepat.

4. Alat dan Bahan

  • Fume Hood yang berfungsi dengan baik
  • Bahan kimia atau sampel yang akan digunakan dalam eksperimen
  • Alat pelindung diri (APD): jas laboratorium, sarung tangan, kacamata pelindung, masker jika diperlukan
  • Peralatan percobaan atau alat yang digunakan di dalam Fume Hood

5. Prosedur Operasional

5.1. Persiapan

  1. Pastikan Fume Hood dalam kondisi baik dan berfungsi. Periksa apakah aliran udara (airflow) cukup dan tidak ada hambatan pada ventilasi.
  2. Periksa sash dan pastikan dapat bergerak dengan lancar. Jangan buka sash lebih dari 18 inci (45 cm) untuk menjaga aliran udara yang optimal.
  3. Pastikan lampu di Fume Hood menyala dengan baik dan memberikan pencahayaan yang cukup untuk pengamatan.
  4. Siapkan bahan kimia atau peralatan yang akan digunakan dalam eksperimen. Pastikan bahwa semua bahan berbahaya yang digunakan cocok untuk digunakan di dalam Fume Hood.
  5. Pastikan tidak ada barang yang menghalangi aliran udara di dalam Fume Hood.

5.2. Penggunaan Fume Hood

  1. Atur sash pada posisi yang tepat untuk menjaga aliran udara yang optimal. Buka sash sesuai dengan instruksi atau kebutuhan eksperimen.
  2. Letakkan bahan kimia dan alat di dalam Fume Hood, hindari meletakkan benda yang terlalu dekat dengan penutup belakang atau sisi Fume Hood yang dapat menghalangi aliran udara.
  3. Lakukan eksperimen sesuai dengan prosedur laboratorium, pastikan untuk selalu berada di depan Fume Hood dan menghindari paparan langsung terhadap uap atau gas berbahaya.
  4. Jangan membuka sash lebih dari 18 inci (45 cm) untuk menjaga kinerja ventilasi yang baik.
  5. Jika bahan berbahaya atau berpotensi menghasilkan gas beracun, gunakan masker atau alat pelindung pernapasan tambahan sesuai kebutuhan.
  6. Periksa aliran udara secara berkala untuk memastikan bahwa udara mengalir dari depan ke belakang Fume Hood, bukan sebaliknya.

5.3. Setelah Penggunaan

  1. Setelah eksperimen selesai, matikan semua peralatan dan alat yang digunakan dalam Fume Hood.
  2. Kembalikan sash ke posisi semula, pastikan tidak ada bahan yang tertinggal di dalam Fume Hood.
  3. Bersihkan Fume Hood secara berkala untuk menghindari penumpukan bahan kimia yang dapat mencemari atau merusak peralatan.
  4. Pastikan Fume Hood tertutup rapat saat tidak digunakan dan pastikan sirkulasi udara tetap berfungsi dengan baik.
  5. Periksa aliran udara untuk memastikan bahwa ventilasi berjalan dengan baik dan tidak ada kebocoran.

6. Keselamatan Kerja

  • Gunakan APD (Alat Pelindung Diri) seperti jas laboratorium, sarung tangan, dan kacamata pelindung saat bekerja di dalam Fume Hood.
  • Jangan meletakkan bahan berbahaya atau mudah terbakar terlalu dekat dengan sumber api atau pemanas di dalam Fume Hood.
  • Jaga agar sash tetap tertutup selama eksperimen untuk menjaga aliran udara yang tepat dan mencegah bahan berbahaya keluar dari Fume Hood.
  • Tidak merokok atau melakukan aktivitas yang dapat menghasilkan percikan api di area yang memiliki Fume Hood.
  • Pastikan ventilasi Fume Hood berfungsi dengan baik dan tidak ada hambatan pada saluran ventilasi.

7. Pemeliharaan

  • Periksa aliran udara secara berkala untuk memastikan bahwa ventilasi berfungsi dengan baik. Gunakan alat pengukur aliran udara jika diperlukan.
  • Bersihkan Fume Hood secara teratur untuk menghindari penumpukan bahan kimia dan kotoran yang dapat menyebabkan kerusakan atau gangguan pada sistem ventilasi.
  • Pastikan lampu dalam Fume Hood selalu berfungsi, ganti lampu jika diperlukan.
  • Periksa sistem ventilasi secara berkala oleh teknisi yang berkompeten untuk memastikan Fume Hood berfungsi sesuai dengan standar keselamatan.
  • Pastikan saluran ventilasi dan filter dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat.

8. Dokumentasi

Gunakan logsheet pemakaian Fume Hood:









Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) Masuk ke Ruang Bahan Kimia dan Pengambilan/Penggunaan Bahan Kimia